BERBAGI TIPS


    
    Saya adalah seorang ibu rumah tangga, saya dan suami telah dikaruniai seorang Putra bernama M Alfaaz A.H. 4 thn  dan Salsabila Islamidiena 2 thn. Kegiatan sehari-hari saya adalah mengurus keluarga dan menemani serta membimbing putra-putri saya belajar. Meski usia mereka masih balita, namun saya ingin mereka mengexplor kemampuan, minat dan bakat mereka sejak dini. Dengan cara bermain dan belajar bersama mereka. Namun saya tetap tidak melupakan usia mereka.

    Bunda yang baik dikesempatan ini saya ingin berbagi tips tentang cara menumbuuhkah minat buah hati pada pendidikan. Banyak bunda yang mengeluhkan akan buah hatinya yang tidak mau belajar sehingga kesulitan mengikuti pelajaran. Sebagian bunda berfikir usia sekolah adalah usia dimulaianya sibuah hati belajar. Itu merupakan pandangan yang salah. Membiarkan buah hati terlalu asyik dengan dunia bermain sehingga tak ada lagi keinginan berkegiatan selain bermain bisa berlanjut hingga masa atau usia sekolah, bahkan lebih parahnya lagi hingga mereka dewasa. Terkadang bunda takut buah hatinya kehilangan waktu bermainnya jika mereka sudah belajar sejak kecil. Tentu itu juga merupakan kehawatiran yang tak beralasan. Sibuah hati tetap pada dunia bermainnya, namun porsinya saja yang berbeda. Bermain sambil belajar  menjadi salah satu alternatif yang baik. Selain putra-putri bunda merasa senang mereka jugamendapatkan pengetahuan dari kegiatannya. Sekali lagi tanpa harus kehilangan masa bermainnya.

    Tak jarang juga banyak bunda yang memfasilitasi putra-putrinya dalam belajar sejakdini. Dengan mengikutkannya les, kb, atau bima.  Itu bisa menjadi pilihan yang baik pula, tapi bunda... pernahkah bunda mencoba mengerti apa yang dia mau? Apakah bunda yakin les, kb, atau sejenisnya itu sudah pas dengan keinginannya. Bunda yang baik... sebelum kita melanjutkan les atau bimba, ada baiknya kita coba mengamati apakah si buah hati kita mampu menerima kondisi tersebut. Caranya bisa kita ketahui saat kita akan mengantar mereka ke tempat les. Perhatikan wajah dan tingkah laku mereka Jika meraka terlihat riang dan bahkan antusias itu tandanya pilihan bunda sudah sesuai dengan keinginan mereka. Tapi jika anak sering rewel dan mengeluh atau cenderung tak mau berangkat, itu salah satu indikator bahwa putra-putri bunda masih belum nyaman dengan kegiatannya. Sebaiknya bunda mencari tahu apa yang membuat sibuah hati tidak nyaman. Kemudian cari solusi terbaiknya.

Berikut beberapa tips dan trik agar si buah hati gemar belajar semoga bermanfaat.

Tak kenal maka tak sayang

    Untuk membuat anak menyukai pendidikan atau ilmu pengetahuan, mereka harus mengenalnya terlebih dahulu.  Perkenalkan mereka pada buku dan maian yang edukatif sejak dini. Caranya dekatkan mereka dengan permaian edukatif dan buku-buku. Kita bisa memulainya dari diri kita. Jangan menyodorkan buku pada sibuah hati, tapi buatlah sibuah hati tertarik pada buku yang anda pegang dan anda baca, sehingga bukan anda yang menyodorkan buku tapi sianaklah yang meminta buku tersebut. Pangku putra butri kita saat akan memulai kegiatan. Ambil buku bergambar, biasanya anak-anak menyukainya. Mulailah membuka lembar demi lembar halaman buku tersebut dengan disertai  penjelasan ringan yang dapat membangun rasa ketertarikan.

     Jangan langsung menyuruh anak untuk menyukai buku apalagi memaksanya. Tapi buat dia merasa tertarik, layaknya memperkenalkan makanan pada mereka, buatlah ia ngiler. Caranya ambil buku yang bunda tujukan untuk sikecil. Bacalah dengan perasaan riang, ceritakan apa yang bunda baca padanya, selipkan sedikit komentar, atau seolah bunda menyimpan rasa penasaran akan apa isi buku tersebut. Saat sikecil mulai terlihat memperhatikan anda, ajak ia untuk sama-sama mencari jawaban dari rasa penasaran bunda  dengan melihat dan membacanya lagi kemudian jelaskan apa jawaban dari rasa penasaran itu, namun jangan sekali-kali bunda memaksanya. Jika cara tersebut sudah bunda lakukan tapi sikecil tetap cuek, bunda jangan putus asa. Lakukan cara ini sesering mungkin. Lama kelamaan ia akan tertarik juga.

Belajar sambil bermain/ bermain sabil belajar

    Bunda yang baik, kenali permainan apa yang paling putra-putri  bunda senangi. Lampirkan huruf pada mainan tersebut. Misal sikecil senang sekali menggambar mobil, kereta, pesawat dll, sisipkan satu huruf pada gambar tersebut. Jika sikecil senang sekali bermain mobil, lakukan hal yang sama. Ambil setiker lalu tulis huruf pada setiap mainannya. Jangan lupa mengenalkannya pada sikecil. Katakan padanya kalau mobil birunya itu mobil B , c,d dst. Cara ini sangat efnektif untuk memperkenalkan huruf pada mereka.  Lakukan ini pada setiap mainan putra-putri ibu. Dengan sendirinya sibuah hati akan mulai terbiasa dengan huruf bahkan dapat menghafalnya.

Bunda yang Kreatif

    Terkadang putra-putri kita tidak mau belajar, atau ditengah kegiatan belajarnya tiba-tiba ia kehilangan semangat belajarnya. Dan tidak mudah mengembalikan semangat belajarnya, jika kita tidak mengetahui caranya. Saya punya satu trik untuk menyelesaikan masalah ini. Saat putri kecil saya mulai dalam kejenuhan saya akan mendekatinya, “ ko nggak ada suaranya? Jangan-jangan baterai nya habis. Coba bunda lihat dulu, ganti baterainya”. Sambil merangkulnya dan seolah-olah saya mengganti baterai dari punggungnya, seperti pada mainan. Setelah selesai saya akan katakan padanya. “ sekarang baterainya sudah diganti yang baru, pasti sekarang bacanya pinter”. Dan trik ini selalu berhasil. Trik yang sering saya lakukan juga adalah ketika ia mulai tak bisa duduk diam. Hampir sama dengan mengganti baterai. Saya mendekatinya dari belakang. “ ko ga bisa duduk diam? Coba bunda priksa dulu”. Sambil memegang punggung. “Wah.... pantas saja, ada yang rusak nih, bunda benerindulu yach, nah... sekarang sudah selesai, duduk dan kita lanjutkan lagi yuk... belajarnya”.
    Ada juga anak yang lebih menyukai belajar sambil bernyanyi, maka buatkan lagu-lagu sederhana dengan isi syair materi yang ingin bunda ajarkan. Atau bisa juga dengan membuat vidio, bunda dapat merekam kegiatan belajar bersama bunda kemudian setelah selesai menyetel dan menontonnya bersama. Itu akan sangat menyenangkan.

Menahan atau meredakan kemarahan

    Bunda yang baik, tak dapat dipungkiri seringkali kita pun marah saat putra-putri kita mulai tidak mau menurut pada kita. Dan tak jarang kita bersuara keras padanya. Tanpa kita sadaari apa yang kita lakukan itu dapat mempengaruhi psikisnya.  Mendengar teriakan kita bukannya akan membuat mereka menurut, justru mereka akan menunjukkan reaksi perlawanan. Atau mungkin ia akan menagis. Bunda yang baik... segera sadari saat kita mulai emosi dan bicara keras.  Jika terlanjur kita berbicara keras alihkan perhatian si buah hati dari kesan marah kita. Raih tangannya dan berikan tatapan penuh cinta . katakan padanya dengan cara yang pantas. Buat ia yakin kalau bunda tidak beermaksud memarahinya. Tapi bunda hanya ingin dia menuruti petunjuk bunda.  Akhiri dengan senyuman dan kecupan di pipi atau keningnya. Meski demikian bunda... jangan sengaja melakukannya.  Karena jika bunda sengaja dan sering melakukannya itu akan membuat anak kita bingung.

Bicara / komunikasi

    Bunda yang baik, layaknya kita orang dewasa sikecilpun punya saat dimana ia merasa jenuh dengan rutinitasnya. Bahkan bisa dikatakan mereka cenderung mudah bosan, tidak bisa berkonsentrasi, dah mudah marah, mereka akan berontak jika kita menyuruh mereka untuk mengerjakan sesuatu yang tidak mereka sukai.  Saat putra-putri tercinta berada pada kondisi seperti itu, bunda jangan memaksanya untuk tetap beraktifitas sesuai keinginan kita. Alangkah lebih bijaknya jika kita ajak sikecil untuk berdiskusi. Berdiskusi yang saya maksudkan,bukan berdiskusi layaknya dua orang dewasa. Namun lebih kepada pendekatan emosional antara bunda dan si buah hati. Ajak ia berbicara, ngobrol santai sambil bermain, tanyakan padanya apa yang ingin ia lakukan saat ini. Meski mungkin si kecil belum bisa berbicara tapi ia bisa menyampaikannya dengan caranya. Disinilah kepekaan dan kedekatan bunda dengan sibuah hati sangat berperan.

Hadiah

    Bunda yang baik adakalanya kita kesal dan marah jikalau putra-putri kita berbuat salah, dan tak jarang kita memberinya hukuman. Bunda yang bijak alangkah lebih adilnya jika hal itu kita berlakukan seimbang. Jangan hanya menghukum putra-putri kita saat berbuat salah, tapi juga berilah ia hadiah saat ia berbuat kebaikan dan prestasi. Hadiah tidak selalu harus berbentuk barang, tetapi bisa dengan tepuk tangan, ucapan atau sanjungan. Misalnya saat ia berhasil membaca satu huruf atau satu angka maka berilah tepuk tangan atau acungan jempol sambil mengucap, putri bunda hebat, putra bunda memang sangat pandai. Mengetahui apa yang ia lakukan mendapat apresiasi dari bunda akan membuatnya lebih bersemangat dan bersemangat lagi. Sehingga ia akan berfikir untuk berbuat lebih dari yang telah ia lakukan.  Hadiah berupa  barang juga kadang kala perlu untuk kita praktekkan sesekali waktu saja. Dengan kesepakatan dan ketentuan yang telah dibicarakan sebelumnya. Misalnya bunda mengajukan suatu tawaran, jika sikecil berhasil menyelesaikan satu halaman penuh maka bunda akan memberinya hadiah sesuai kesepakatan. Bentuk hadiah dan pencapaian prestasinya pun akan berubah menyesuaikan usia dan bakatnya.

Teratur/ rutin

    Bunda yang baik... membuat buah hati kita menyukai kegiatan belajar saja tidak cukup. Kita harus melakukan kegiatan ini secara rutin dan teratur. Sehingga putra-putri bunda akan merasa ada yang kurang pada harinya jika belum mengerjakan kegiatan belajarnya. Waktu yang baik untuk berkegiatan ini adalah dipagi hari. Tentunya jika putra-putri bunda belum bersekolah. Jika putra-putri bunda sudah bersekolah maka buatlah jadwal kegiatanya sehari-hari. Namun jangan lupa untuk melibatkannya saat membuat jadwal. Dengan mengajak serta ia dalam menentukan dan membuat jadwal kegiatan, itu akan menumbuhkan rasa tanggungjawabnya terhadap apa yang telah disepakati bersama.

    Demikian sedikit tips dari saya mudah-mudahan bermanfaat, dan dapat sedikit membantu bunda. Sampai jumpa di lain kesempatan.
                                               

Komentar